Kab. Bandung, Kontroversinews - Penat dengan hiruk-pikuk kota? Saatnya mencari tempat pelarian yang menenangkan. Djamuju Coffee Setamplat Girang, yang terletak di Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, hadir sebagai destinasi "healing" dengan panorama pegunungan yang memukau dan udara sejuk yang menyegarkan.
Kafe ini menjadi salah satu tujuan favorit warga Kabupaten Bandung yang mendambakan suasana tenang dan alami. Mengusung konsep outdoor dan semi-outdoor, pengunjung dapat menikmati hembusan angin segar sambil menyeruput kopi hangat di tengah nuansa pedesaan yang asri.
Salah satu daya tarik utamanya adalah momen matahari terbenam (sunset) yang begitu estetik. Langit senja yang perlahan berubah warna berpadu dengan siluet pegunungan menciptakan pengalaman ngopi yang tak terlupakan.
"Aroma kopi yang hangat berpadu dengan kesejukan alam adalah bumbu rahasia yang membuat suasana ngopi terasa lebih istimewa," ujar salah satu pengunjung, Sabtu, 04 April 2026.

Tak hanya menyajikan kopi khas, Djamuju Coffee Setamplat Girang juga menawarkan berbagai hidangan lokal dan pastry yang cocok dinikmati di udara dingin Rancabali. Desain kafe yang hangat dengan sentuhan suasana kampung menjadikannya spot favorit untuk berfoto maupun sekadar bersantai.
Keunikan lain terletak pada filosofi namanya. Menurut perintis sekaligus owner Kampung Setamplat Girang, Dede Komarudin, nama "Djamuju" diambil dari pohon kayu Djamuju yang tumbuh di sekitar area kafe. Pohon endemik Indonesia tersebut menjadi tempat tumbuhnya tanaman kopi di lahan seluas kurang lebih 5 hektare.
"Kopi yang kami sajikan ditanam di bawah pohon Djamuju. Itulah mengapa kami menamainya Kopi Djamuju Setamplat Girang," jelasnya.
Perpaduan keindahan alam, udara segar, dan cita rasa kopi berkualitas menjadikan tempat ini sebagai pilihan sempurna untuk menyegarkan pikiran dan melepas penat dari rutinitas sehari-hari. ***