Kab. Bandung, Kontroversinews -- Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Pengurus Wilayah Mathla'ul Anwar (PWMA) Provinsi Jawa Barat yang digelar pada Sabtu, 4 April 2026 di Sekolah Yamisa, Kampung Cidalima, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, menjadi langkah krusial dalam rangkaian persiapan menuju Muktamar Mathla'ul Anwar.
Forum strategis ini membahas berbagai program kerja untuk lima tahun ke depan, sekaligus mendorong pembaruan struktur kepengurusan di sejumlah daerah guna memperkuat fondasi organisasi. Muktamar Mathla'ul Anwar sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 April 2026 di Jakarta.
Ketua PWMA Jawa Barat, Drs. KH. Yayan Hasuna Hudaya, M.M.Pd., menyampaikan bahwa penguatan organisasi terus digencarkan, khususnya di wilayah Jawa Barat. Dari total 27 kabupaten/kota, sekitar 20 daerah telah memiliki kepengurusan aktif. Hal ini menjadi indikator perkembangan signifikan dalam memperluas jaringan dan meningkatkan peran organisasi di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, penyusunan struktur organisasi dilakukan secara bertahap dan terencana. Proses diawali dengan penunjukan ketua di tiap daerah, yang kemudian diberi kewenangan untuk membentuk kepengurusan secara lengkap. Mekanisme ini dinilai efektif untuk memastikan setiap struktur mampu bekerja optimal dalam menjalankan program organisasi.
Terkait arah kebijakan ke depan, Mathla'ul Anwar menargetkan peningkatan kualitas umat melalui program yang lebih terarah dan berkelanjutan. Selain itu, organisasi juga berupaya memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya di bidang keagamaan dan sosial.
Namun demikian, tantangan masih dihadapi, terutama dalam hal dukungan anggaran. Ia mengungkapkan bahwa bantuan pemerintah yang sebelumnya pernah diterima, dalam beberapa tahun terakhir sudah tidak lagi tersedia. Meski demikian, organisasi tetap berkomitmen mencari alternatif pendanaan serta memperkuat pembinaan internal agar roda organisasi tetap berjalan.
Ke depan, PWMA Jawa Barat menargetkan terbangunnya sinergi yang lebih kuat dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Diharapkan, kolaborasi ini dapat meningkatkan kontribusi nyata organisasi dalam pembangunan umat dan masyarakat luas.
Sementara itu, terkait jumlah anggota, pihaknya menyebutkan masih dalam proses pendataan di masing-masing daerah. Meski demikian, perkembangan organisasi dinilai positif seiring terbentuknya kepengurusan baru di berbagai kabupaten dan kota. ***