16
APRIL 2026 12:19 WIB
SOROT 23 Kali Dilihat

Keluarga Pasien Kecewa Pelayanan RSUD Otista Soreang, Video Viral di Media Sosial

Hedi H

Hedi H

Penulis

Keluarga Pasien Kecewa Pelayanan RSUD Otista Soreang, Video Viral di Media Sosial

Kab. Bandung, Kontroversinews - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria, diduga keluarga pasien, meluapkan kekecewaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Otista Soreang, Kabupaten Bandung, viral di media sosial. Hingga saat ini, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

Video yang diunggah oleh akun TikTok @andarastorekumpay telah ditonton lebih dari 53 ribu kali dan menuai beragam reaksi dari warganet. Dalam video tersebut, pria itu terlihat marah setelah pihak rumah sakit menyampaikan bahwa ruang perawatan sedang dalam kondisi penuh.

Sejumlah warganet turut membagikan pengalaman dan pandangan mereka melalui kolom komentar. Akun @Did** mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan rumah sakit.

"Terima kasih, Pak, sudah mewakili kami. Kami sangat kecewa. Pelayanannya mantap, Pak," tulisnya.

Sementara itu, akun @chiey** mengaku lebih memilih berobat ke rumah sakit lain meskipun tempat tinggalnya dekat dengan RSUD Otista.

"Saya yang rumahnya notabene dekat rumah sakit Otista, kalau ada keadaan darurat tidak pernah ke situ. Lebih memilih ke Hermina, kalau masih memungkinkan ke Immanuel," tulisnya.

Pengalaman serupa juga disampaikan akun @evanur** yang mengaku pernah mengalami kesulitan saat berobat di rumah sakit tersebut.

"Pernah mengalami di RS itu, suami sudah parah dan tidak bisa duduk sampai harus tiduran di IGD, dengan alasan ruangan penuh dan tidak ditangani," tulisnya.

Namun demikian, belum ada konfirmasi resmi dari pihak RSUD Otista Soreang terkait kebenaran kejadian dalam video maupun keluhan yang disampaikan warganet.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya terkait kapasitas ruang perawatan, kecepatan penanganan pasien, serta komunikasi antara tenaga medis dan keluarga pasien guna menghindari kesalahpahaman di lapangan.***

Tinggalkan Komentar

1000 Karakter tersisa

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ad Iklan Banner Bawah